Memiliki
keluarga bahagia, harmonis dan sejahtera merupakan idaman seluruh pasangan di
dunia. Dalam mewujudkannya diperlukannya dukungan dari kedua pasangan baik
secara material, psikologi, sosial, lahir maupun batin. Tidak ada orang yang
tidak ingin memiliki keluarga yang bahagia, harmonis dan sakinah. Keluarga yang
bahagia di dunia dan di akhirat. Mekipun setiap orang menginginkan keluarga
yang dibinanya adalah keluarga yang sakinah, namun sangat sediki yang
mengetahui bagaimana cara agar membangun keluarga yang bahagia dan harmonis.
Keluarga
sakinah adalah tempat kita bernaung dari segala permasalahan kehidupan.
Rumah yang diisi dengan keluarga sakinah akan menjadi rumah yang dirindukan.
Rumah penyejuk hati yang akan menghibur pemiliknya setiap kali singgah di rumah
tersebut. Rumah yang dijadikan setiap penghuninya sebagai obat penenang hati
danmelepas setiap kelelahan dalam menjalani aktivitas setiapharinya.Bagaimanakah
cara membangun keluarga sakinah? Yang
utama harus diketahui sedini mungkin, bukan hanya pada saat akan menikah.
Seorang remaja harus memahami bagaiaman kiat membangun keluarga sakinah sebelum
ia masuk pada usia pernikahan dan selanjutnya menjalani pernikahan tersebut.
Ada
beberapa cara membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah, yaitu
diantaranya: Rumah Tangga Dibangun Dan Didirikan Berlandaskan Al-Qur'an Dan
Sunnah Nabi. Asas serta niat awal ketika merintis sebuah keluarga dalam bentuk pernikahan
yang syah baik dalam agama maupun sah di dalam aturan negara dalam rangka
pembentukan sebuah keluarga sakinah ialah rumah tangga yang dibina atas
landasan taqwa, berpandukan Al-Quran dan Sunnah dan bukannya atas dasar cinta
semata-mata. Membentuk
Rumah Tangga Untuk Menciptakan Kasih Sayang (Mawaddah Warahmah). Ini adalah merupakan cara membina keluarga bahagia dan sakinah selanjutnya.
Tanpa adanya 'al-mawaddah' serta 'al-Rahmah', maka sebuah masyarakat tidak akan
dapat hidup dengan tenang dan aman terutamanya dalam lingkup kecil sebuah
keluarga.
Dua
hal ini merupakan pilar penting yang diperlukan karena sifat kasih sayang yang
wujud dalam sebuah rumah tangga dapat melahirkan sebuah masyarakat yang
bahagia, saling menghormati, saling mempercayai dan saling tolong-menolong
dalam kebaikan.Tanpa kasih sayang, sebuah perkawinan akan hancur, kebahagiaan
hanya akan menjadi impian semua saja. Dan ini adalah termasuk ciri
kriteria keluarga bahagia sakinah mawaddah.
Bersyukur
Telah Dikaruniai Pasangan Hidup. Mensyukuri nikmat Allah adalah merupakan
kewajiban bagi tiap hamba-hambaNya. Karena tidak sedikit manusia yang sampai
akhir hayatnya tidak mempunyai pasangan hidup. Mensyukuri ini juga artinya
kita siap dengan kelebihan dan kekurangan pasangan hidup kita. Apapun itu.
Karena pada umumnya ketika berkenalan dulu kita hanya mengenal akan kebaikan-kebaikan
dari pasangan kita. Setelah kita mengarungi bahtera rumah tangga lambat
laun kita juga akan mengetahui kekurangan pada istri atau suami kita. Tetapi
itulah rumah tangga, saling melengkapi satu sama lain dan menutupi kekurangan
satu sama lain.
Memilih
Kriteria Suami atau Istri Yang Tepat. Ini dilakukan sebelum masa pernikahan
dimulai. Agar terciptanya keluarga yang sakinah, maka dalam menentukan kriteria
suami maupun istri haruslah tepat. Diantara kriteria tersebut misalnya beragama
islam dan shaleh maupun shalehah, berasal dari keturunan dan keluarga yang kita
percayai yang baik-baik. Mempunyai akhlak mulia, sopan santun dan bertutur kata
yang baik. Ini juga yang harus dilakukan dalam rangka untuk sebagai cara
menciptakan keluarga sakinah mawaddah warahmah pertama kalinya.
Menjalankan
Kewajiban dan Hak Sebagai Suami Dan Istri Dengan Baik. Dalam Islam telah banyak
diajarkan bagaimana hak seorang istri, kewajiban seorang istri. Apa saja
yang menjadi bagian dari sebuah kewajiban seorang suami, apa hak-hak suami
dalam rumah tangga. Bila semuanya bisa dijalankan dengan baik maka hal ini
bisa menjadi jalan untuk menciptakan keluarga harmonis dalam sebuah
lingkungan masyarakat.Selain hal tersebut da juga tips keluarga
bahagia lainnya diantaranya yaitu :Selama menempuh hidup berkeluarga,
sadarilah bahwa jalan yang akan kita lalui tidaklah selalu jalan yang bertabur
bunga kebahagiaan tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.Ketika
biduk rumah tangga dalam masalah, janganlah saling berlepas tangan, tetapi
sebaliknya justru semakin erat berpegangan tangan untuk menyelesaikan masalah
tersebut.
Ketika
keluarga belum dikaruniai anak, cintailah istri atau suami dengan sepenuh hati
dan senantiasa berusaha dan berdoa.Ketika sudah mempunyai anak, janganlah membagi
cinta kepada suami atau istri dan anak-anak dengan beberapa bagian saja,akan
tetapi cintailah suami-istri serta anak-anak dengan sepenuh hati tanpa
terkecuali.Ketika ekonomi keluarga belum membaik, yakinlah bahwa pintu rejeki
akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami istri kepada
Allah.
Cara
membangun keluarga sakinah pada hakikatnya adalah mendekatkan keluarga dengan
nilai-nilai Islam. Semakin dekat sebuah keluarga dengan ajaran Islam sebagai
agamanya, maka akan semakin membuat nilai-nilai keberkahan itu hadir dalam
kehidupan rumah tangga. Kesakinahan bersama pasangan maupun anak-anak akan
mudah diraih.Keluarga sakinah adalah awal dari berdirinya sebuah masyaarakat
madani. Dimulai dari keluarga, selanjutnya akan lahirlah negara yang berkahi
oleh Allah SWT.
*) Ditulis oleh Syfa Wardah
EmoticonEmoticon